Apasih Gunanya Membaca Informasi Nilai Gizi Pada Minuman?

Ayoooo….. Siapa disini yang sering minum-minuman dalam kemasan tanpa melihat kandungan Gula, Garam & Lemak ataupun informasi nilai gizi pada label produk? atau kamu mempunyai pikiran seperti ini “udahlah beli minuman yang mana saja! Yang penting enak & segar” Akuuusihhh yess!! saya juga termasuk konsumen dengan tipe seperti ini, kalau kalian?

IMG_1892.JPG

Aku ataupun mungkin kalian juga Sering banget gak merhatiin isi dari kandungan si minuman dalam kemasan yang sering di beli ini, yang penting minumannya enak dan menyegarkan, padahal tipe konsumen seperti ini tuh salah besar loh! dan konsumen dengan tipe seperti ini mudah meningkatkan risiko penyakit tidak menular pada dirinya sendiri, seperti Jantung & Diabetes Melitus, ishhhh.. ngeri banget yah teman-teman!

IMG_1440.JPG

Untungnya kemarin saya hadir dalam acara “Hydartion Talk” jadi sekarang saya tau banget pentingnya membaca label produk minuman dalam kemasan itu apa? Oiyaa.. sebelum saya share pembahasan tentang masalah ini dengan lanjut, saya infokan dulu nih tentang acara Hydration Talk kemarin di Jakarta pada tanggal 18 Oktober 2018 dengan narasumber yang pastinya sangat berkompeten dalam bidangnya, yaitu ada Profesor Ujang Sumarwan (Ahli Consumer Behavior dari institut Pertanian Bogor) dan Dr. Rimbawan (Ahli Gizi dari Institut Pertanian Bogor)

a.jpg
Profesor Ujang Sumarwan | Dr. Rimbawan

First thing first, Tau Double Burden gak? Akupun baru tau kemarin hehhe! Double Burden adalah keadaan di satu sisi kekurangan gizi tetapi disisi lain kelebihan gizi, lohh gimana tuh? Jadi Kondisi gizi ganda ini banyak dijumpai pada negara-negara berkembang seperti Indonesia ini. Nah untungnya Indonesia memberikan perhatian yang lebih terhadap masalah kesehatan masyarakat guna mendukung generasi yang lebih sehat dan produktif. Untungnya Indonesia memfokuskan pada Double Burden Ini yang jika tidak ditangani dengan serius akan dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti Jantung dan Diabetes Melitus yang saya bilang tadi di awal paragraph.

Fyi guys!!! Salah satu penyebab dari penyakit tidak menular adalah pola makan dan minum yang berlebihan jumlah kalorinya sehingga mengakibatkan kegemukan (overwight dan obesity). Wahhh untungnya sih Kementrian Kesehatan peduli yah dengan kasus ini yang mengeluarkan panduan “Isi Piringku” yaitu 2/3 porsi karbohidrat, 1/3 porsi protein, dan lemak (lauk pauk) 1/2 sayur serta buah. Dan untuk mengetahui berapa banyaknya kalori yang dibutuhkan sesuai usia serta jenis kelamin masyarakat juga dapat mengikuti anjuran Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Sedikit cerita, kalau saya tuh suka banget yah hangout ditempat restaurant cepat saji bareng sahabat, selain tempatnya asik buat ngobrol, makanan & minumannya juga sangat menggiurkan dan banyak pilihannya. Biasanya kalau banyak pilihan gitu kita pasti sering banget menambah makanan diluar makanan pokok dan ternyata itulah terjadinya pertambahan berat badan karena kandungan kalorinya yang tinggi. Nahhh karenanya, kita sangat penting untuk cerdas membaca dan mengerti label nutrisi, terutama pada minuman siap saji yang terkadang terkihat ringan namun tidak sesuai dengan kebutuhan kita.

41895316_505992823209579_994098346970921611_n.jpg

Di acara Hydartion Talk kemarin, Profesor Ujang Sumarwan (Ahli Consumer Behavior dari institut Pertanian Bogor) mengungkapkan bahwa beragam masalah kesehatan di Indonesia diantaranya dipicu oleh ketidak seimbangan asupan gizi “Beragam keluhan kesehatan seperti obesitas, Diabetes II, keluhan fungsi ginjal dan jantung, diantaranya dipicu oleh tidak seimbangnya konsumsi nutrisi tubuh, yang bisa berasal dari makanan atau minuman sehari-hari” jelasnya.

Menurut profesor Ujang, sebagai konsumen kita dapat memilih minuman yang akan dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan. “Kita cenderung minum berdasarkan rasanya yang disukai sehingga tidak memoerhatikan kandungan nutrisi terutama gula”

Nahh dari pernyataan dari profesor ujang diatas, agar dapat menjaga jumlah kalori yang masuk pada tubuh kenalilah kandungan nutrisinya terlebih dahulu sebelum di konsumsi agar kita dapat mengurangi risiko kegemukan dalam tubuh. Profesor Ujang menjelaskan bahwa di Indonesia asupan pola minum air putih meningkat dari tahun 2012 dibanding tahun 2016. “Namun ternyata pola minum yang mengandung gula seperti minuman dalam kemasan juga meningkat sehingga perlu untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar menjaga pola makanan dan minuman yang lebih baik” paparnya.

Teruss takaran yang dianjurkan agar tidak menghadirkan penyakit tidak menular dalam tubuh itu berapa? Jadi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberi anjuran untuk mengkonsumsi gula, garam dan lemak yang ideal bagi individu perhari itu G4, G1 dan L5. Anjuran G4, G1 dan L5 adalah konsumsi dengan takaran gula sebanyak 4 Sendok makan (50gram), garam sebesar 1 sendok teh (5 gram), dan lemak sejumlah 5 sendok makan (67 gram) setiap harinya. Udah tau kan kalau mengkonsumsi gula, garam dan lemak sejatinya harus dijaga karena jika berlebihan akan menimbulkan risiko berbagai penyakit tidak menular seperti hipetensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung. Serem banget yah guys!!! Yukk sekarang harus pintar-pintar memilih makanan dan minuman yang kita konsusmi sehari-hari.

Sementara itu Dr. Rimbawan Ahli Gizi dari Institut Pertanian Bogor mengatakan sesuai anjuran Kementrian Kesehatan RI, pada saat memilih makanan dan minuman siap saji, konsumen dapat memperhatikan takaran saji, angka kecukupan gizi, serta kandungan nutrisinya, terutama kandungan gula, garam dan lemak. Masyarakat sebenarnya dapat dengan mudah menemukan informasi ini, dalam box informasi Nilai Gizi yang ada pada kemasan makanan & minuman,” tambahnya.

Dr. Rimbawan mengatakan apabila konsumen lebih cermat memilih minuman kemasan yang akan dikonsumsi, maka penyakit tidak menular tersebut dapat dihindari. “Jika konsumen memilih untuk mengkonsumsi minuman dalam kemasan, artinya konsumen harus lebih cermat dalam memilih alternatif minuman yang lebih sehat. Salah satunya adalah dengan menjadi konsumen yang cerdas dengan memperhatikan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalamnya.” Jelas Dr. Rimbawan

Jadi… sudah tau betulkan! gimana pentingnya kita harus melihat isi kandungan gizi pada label produk serta nutrisi yang terkandung didalamnya, jika kita tidak mau penyakit tidak menular itu datang!!.

IMG_1885.JPG

hadirnya acara “Hydration Talk” kemarin, itu dibuat oleh Danone-Indonesia lohh!! jadi Danone-Indonesia memiliki misi yang membawa kesehatan kepada sebanyak mungkin orang, dan ingin menumbuhkan kembali kesadaran akan pentingnya minum air untuk nutrisi tubuh dan mendukung himbauan untuk membaca label informasi nilai gizi pada kemasan dengan memberikan edukasi umum dalam memilih minuman dalam kemasan yang baik bagi masyarakat Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut, Hydration Science Director PT. Tirta Investama (Danone-AQUA) Dr. Tria Rosemiarti mendukung pentingnya menumbuhkan kesadaran dan perhatian masyarakat terkait asupan nutrisi tubuh yang sehat dan seimbang “Kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih cermat dalam memperhatikan dan memahami nutrisi yang dikonsumsi tiap harinya terutama yang terkandung pada minuman kemasan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan memulai pola hidup yang lebih sehat. Untuk itu diperlukan edukasi terkait hal ini, agar masyarakat dapat secara cerdas mengetahui alternatif makanan dan minuman mana yang sebaiknya mereka konsumsi.” jelas Dr. Tria.

 

35 Comments Add yours

  1. monicaang berkata:

    Penting banget nih baca informasi gizi pada minuman kemasan biar hidup bisa lebih sehat karena kadang kita lalai dan minum berlebihan, akibatnya asupan gula jadi berlebih. Resikonya ya tentu aja bisa kena diabetes juga yak

    Suka

  2. bloggergunung berkata:

    Diabetes sama kolesterol tinggi yang menyebabkan stroke saat ini memang sangat tinggi angkanya ya. Hiii… Serem!
    Yuk ah benar sekali. Ubah gaya hidup menjadi lebih sehat,,, kalau tidak penyakit tidak menular itu bisa singgah di kita juga. Hiii jangan sampai ya

    Suka

  3. Bibi Titi Teliti berkata:

    Nah lho, aku termasuk yang kalo beli minuman suka rada cuek dan main minum aja sih yang penting syeger dan dingin!

    Wah makasih sudah diingatkan yah Kak, takut juga nih sama gula yang terkandung di minuman kemasan kalo berlebihan bisa bikin diabetes dan ginjal :((

    Suka

  4. Afifah Mazaya berkata:

    Aku nggak begitu suka minuman manis. Jadi, lebih aman kali, ya. Hihi. Buatku, kadang, air mineral aja udah manis.

    Suka

  5. Afifah Mazaya berkata:

    Aku nggak begitu suka minuman manis. Jadi, lebih aman kali, ya. Hihi. Buatku, kadang, air mineral aja udah manis.

    Suka

  6. Bukan cuma minuman, makanan juga. Kalau menurutku penting banget. Jangan sampai kita abai, ujung-ujungnya jika ada yang di luar ekspektasi malah nuduh produsen melakukan pembohongan. Wkwkwk. Jadi konsumen yang kudu smart.

    Suka

  7. Putu Sukartini berkata:

    Wuaaa ketampol banget nih
    Aku paling jarang baca kandungan minuman kemasan. ASal tenggak aja, lalu beberapa kali berakhir dengan rasa sakit/kering di tenggorokan. Habis minum bukannya seger malah menyisakan rasa tak enak

    Besok-besok harus lebih teliti
    Cari yang aman-aman saja

    Suka

  8. charles berkata:

    Kadang kita abai dan menganggap tidak penting informasi tentang nilai gizi suatu produk. Padahal informasi itu memiliki maksud penting. Thanks sudah mengingatkan mas

    Suka

  9. Inna Riana berkata:

    duh selama ini main glek aja ga baca labelnya. kudu diteliti lagi biar tahu apa saja kandungan bahan sebelum diminum. makasi sudah share info ini

    Suka

  10. Evi berkata:

    Iya biar tidak salah konsumsi kita wajib tahu yang tertulis di label minuman. Dulu sih saya tak perhatikan, yang penting enak dan segar. Bertambah umur jadi lebih care terhadap kesehatan. Yang utama saya perhatikan untuk minuman kemasan sekarang adalah kadar gula dan zat pewarna. Kalau kandungan nutrisi sih lebih baik mengandalkan pada makanan saja 🙂

    Suka

  11. Endah Kurnia Wirawati berkata:

    Kalau lagi senggang dan ada waktu saya kadang suka baca nilai gizinya sihh.. makanya rada menghindari minuman kemasan dengan rasa macam-macam itu.

    Yang gawat itu kalau lagi buru2, siang2 dan panas2 pulaaa. Itu lihat minuman kemasan teh atau jus gitu di kulkas mah udh langsung gak dibaca deh.. ambil, bayar langsung tenggak. Wkwkwkwk..

    Makanya harus rajin minum air putih buat ngontrol yang berlebihan itu deh.

    Suka

    1. Oni Hoironi berkata:

      hahahha betoooll, apalagi kalau udh gerah body, terus panasnya terik banget, liat yang seger-seger bikin meleleh haha. tapi harus banget buat di atur hehhe

      Suka

  12. Sugi Hartati berkata:

    Cerdas dan teliti. memang harus dilakukan sebelum mengkonsumsi makanan ya Pak…

    Suka

  13. fennibungsu berkata:

    Daku suka sama inisiasi dari Damono yang selalu mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih memperhatikan nutrisi

    Suka

  14. Biasanya liat isi kandungan produk itu cuma skincare sama obat, ternyata penting yaa liat isi kandungan gizi dari minuman, sekarang gak boleh terlewat lagii

    Suka

    1. Oni Hoironi berkata:

      owaaw, kakanya beauty blogger nih hehhe. iya banget atuh, skrng harus jaga-jaga buat minum minuman dalam kemasan

      Suka

  15. April Hamsa berkata:

    Heheh iya sih seringnya beli ya beli aja 😛 . Eh tapi aku akhir2 ini udah gak beli minuman bersoda ataupun manis kok, kalau beli air minum kemasan ya beli air putih. Soalnya kalau minum air putih hausnya justru lbh cepet ilang 😀

    Suka

    1. Oni Hoironi berkata:

      betull bangett, rajin rajinlah buat minum air putih hihii

      Suka

  16. Damar Aisyah berkata:

    Hihi, malu aku, karena termasuk dalam golongan yang nggak baca informasi dalam kemasannya. Ya Allah, asal sruput aja, hehehe. Padahal kalau punya anak-anak aku selalu baca, loh. Karena kan harus ketahuan emang boleh untuk usia mereka. Giliran buat Emaknya main sruput aja. PR-ku masalah konsumsi gula nih. HAduh, aku masih susah minum kopi tanpa gula. Pokoknya kopi NasGiTel (paNas, leGi, kenTel) itu favoritku banget. Tobat, dah.

    Suka

    1. Oni Hoironi berkata:

      ooowwaw nasgitel yak hahha! sok tobat-tobatt, kurangi konsumsi gula dari skrng hihi

      Suka

  17. Sugi Siswiyanti berkata:

    Untunglah saya selalu baca informasi di kemasan yang saya konsumsi. Khusus produk yg belum pernah saya konsumsi, saya bisa batalkan niat icip2 kalo kandungan minuman/makanannya ga jelas. Kalau yg sudah sering dikonsumsi, pas tau kandungannya ga bagus,hmm…kadang cuek aja sih.halah,ga konsisten banget ya? hahaha…

    Suka

    1. Oni Hoironi berkata:

      hahah, kehausan dalam hidup dan melihat syurga, rasanya ga mau menghindar wkkw

      Suka

  18. Kadar gula dalam minuman kemasan kadang-kadang bikin ngeri. Jadi, memang harus dibaca dulu

    Suka

    1. Oni Hoironi berkata:

      tapiii terkadang jugaa bikin ngiler hahha, apalagi kalau lagi panas-panasnya siang bolong

      Suka

  19. Andi Nugraha berkata:

    Aku gak pernah merhatiin kadar gulanya nih..he
    Cung… 😀
    Bermanfaat sekali nih informasinya. Tapi udah cukup lama aku jarang beli minuman kemasan gitu, kalau pun beli biasanya cukup air putih aja. Dengan syarat dingin. Udah gak lebih..hehe

    Suka

  20. Wah keren Danone. Acara sepertini bisa mengedukasi masyarakat untuk lebih cerdas dan mengetahui alternatif makanan dan minuman mana yang sebaiknya dikonsumsi.
    Karena saat ini kadang yang peting enak dan kenyang, masalah gizinya belakangan..Hiks!

    Suka

  21. Maria Soraya berkata:

    Tahun kemarin sering auto nyomot minuman kemasan tiap masuk minimarket, apalagi klo pas bayar mbaknya kasih tau ada buy 1 get 1.

    Alhamdulillah ini udah 30 hari baru sekali auto nyomot. Lagi pengin hidup sehat.

    Suka

  22. sie-thi nurjanah berkata:

    Sekarang ini tengah marak berjangkitnya berbagai penyakit tidak menular yg disebab kan dari gaya hidup kurang sehat termaasuk pola makannya.
    oleh karenanya, sudah saatnya utk lebih perduli terhadap kandungan gizi dari makanan/minuman yang dikonsumsi

    Suka

  23. Riri Restiani berkata:

    duh aku selama ini jarang banget perhatiin label nutrisi, ada baiknya nih mulai sekarang aku ngecek dulu deh sebelum minum minumn dlm kemasan, kan mau sehat juga.

    Suka

  24. Ria Fasha berkata:

    Wahh kalo saya suka lalai nih, ambil aja mana yang disuka tanpa mempertimbangan nutrisi produknya hehe.. Kecuali untuk anak2 saya wanti2 banget, giliran untuk sendiri malah kebablasan
    Makasih infonya mas, next mau lebih hati2

    Suka

  25. Liswanti berkata:

    KAlau minuman buat anak-anak aku biasanya begitu juga, baca nilai gizinya dulu. Apalagi kandungan bahan-bahannya. Kalau emaknya mah aku lihat nilai gizinya aja. Penting banget ya.

    Suka

  26. Saya sering banget nih baca-baca informasi nilai gizi pada minuman kemasan. Utamanya sih susu uht untuk anak, buat jaga-jaga khawatir kandungan gulanya ketinggian.

    Suka

  27. visyabiru berkata:

    Wah bbru dnegar istikah double burden. Ngeri juga jantung dan diabet melitus ya kak. That’s why penting membaca kandungan gizi pada minumn ya bukan sekadar segar dan manis rasanya.

    Suka

  28. uli berkata:

    aku juga sekarang suka baca kemasan yah meski tahu juga ga sehat ttp aja dibeli haha paling ga aku tahu apa saja ingredientsnya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.