Budidaya Rumput Laut Di Kepulauan Seribu

Awan biru di temani terik mentari pagi, membawaku hanyut di dermaga 16 Ancol yang sudah sangat siap untuk berlayar ke Kepulauan Seribu. Bulan lalu, aku baru banget main ke Kepulauan Seribu untuk liburan, Tapi kali ini berbeda. Dalam kesempatan ini, aku melihat dan belajar langsung budidaya rumput laut yang ada di kepulauan seribu, tepatnya di Pulau Panggang. SO EXCITED!!!

1 YBM PLN Rumput laut di kepulauan seribu oni hoironi.jpg

Yep! This is the first time aku terjun ke tengah laut untuk melihat langsung budidaya rumput laut yang ada di Pulau Panggang – Kepulauan Seribu. Dan ternyata, di Kepulauan Seribu ini untuk usaha budidaya rumput lautnya sudah dijadikan mata pencaharian mereka sehari-hari. Hingga di era 80’an, mereka bisa menunjukkan hasil yang sangat positif, Alhasil mereka merasakan adanya peningkatan secara ekonomi karena hasil panen yang yang dirasakan sangat melimpah.

Dari rumput laut bisa loh dijadikan berbagai macam aneka produk olahan rumput laut, seperti produk minuman, & makanan. Jujur, aku salah satu penikmat produk makanan yang mengandung olahan rumput laut ini, especially cemilan keripik. Nah di Kepulauan Seribu juga tak tinggal diam, mereka membuat aneka produk olahan rumput laut yang dijual kepada para wisatawan di pulau-pulau yang menjadi tujuan wisata utama di Kepulauan Seribu seperti Pulau Pramuka, Pulau Pari, dan Pulau Tidung.

Kabarnya sih, sejak memasuki tahun 2000an, para petani rumput laut di Kepulauan Seribu mulai resah, karena mereka merasakan adanya penurunan hasil panen. Semua itu terjadi karena faktor penurunan kondisi lingkungan terutama limbah dari sungai yang berada di daerah sekitar Kepulauan Seribu yang terbawa arus. bahkan saat ini kondisi usaha budidaya rumput laut di Kepulauan Seribu bisa dikatakan hampir mati.

PELATIHAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PULAU PANGGANG – KEPULAUAN SERIBU OLEH YBM PLN

pelatihan YBM PLN Rumput laut di kepulauan seribu oni hoironi1 pelatihan YBM PLN Rumput laut di kepulauan seribu oni hoironi

Sejak mendengar kabar bahwa para petani rumput laut yang ada di Kepulauan Seribu mulai merasakan penurunan ekonomi hingga hampir mati, pada tanggal 6 November 2019 YBM PLN bersama Nirunabi Foundation kembali menjejak manfaat dengan mengadakannya launching program Desa Cahaya Budidaya Rumput Laut di Kepulauan Seribu yang berlokasi di Pulau Panggang Kepulauan Seribu.

Serangkaian kegiatan pelatihan mengenai pengelolaan dan pengolahan rumput laut  yang di lakukan YBM PLN ini, diisi oleh beberapa narasumber yang sangat ahli dibidangnya. Diantara yaitu pelatihan pemberdayaan rumput laut diisi oleh perwakilan dari LIPI, lalu materi pengelolaan rumput laut oleh owner UKM Dolici Mandiri Sukses. Kegiatan ini diisi dengan beberapa pelatihan oleh para ahlinya.

Diadakannya serangkaian pelatihan oleh YBM PLN bertujuan agar warga di Kepulauan Seribu kembali bersemangat dan menambah ilmu serta kemampuan dalam membudidayakan & mengolah rumput laut. Dengan begitu, program ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Kepulauan Seribu” ucap Syarif amil pemberdayaan dan pendistribusian YBM PLN.

“Dalam program Desa Cahaya Budidya Rumput Laut ini YBM PLN juga memberikan 5 kapal siap pakai untuk 5 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 20 orang. Untuk tahap awal ini total penerima manfaatnya adalah 100 orang.” Lanjut syarif

KEGIATAN PENANAMAN LANGSUNG RUMPUT LAUT

13 YBM PLN Rumput laut di kepulauan seribu oni hoironi14 YBM PLN Rumput laut di kepulauan seribu oni hoironi12 YBM PLN Rumput laut di kepulauan seribu oni hoironi11 YBM PLN Rumput laut di kepulauan seribu oni hoironi

Selain ada pelatihan-pelatihan mengenai pengelolaan dan pengolahan rumput laut, pada tanggal yang sama (6/11) diadakan juga kegiatan penanaman langsung rumput laut oleh masyarakat. Akupun ikut terlibat dalam kegiatan ini. Hati kecil berkata, sungguh menyenangkan sekali bisa ikut terjun langsung kelapangan untuk melihat kegiatan penanaman rumput laut.

Dengan menumpangi perahu nelayan setempat, dan membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit dari Pulau Panggang, akupun tiba di tempat penanaman rumput laut. Sepanjang perjalanan aku sangat bergembira, karena sudah lama sekali tidak menghirup udara segar di tengah laut, melihat birunnya lautan serta ikan-ikan kecil yang berenang mesra, sungguh aku sangat bahagia.

Aku sangat terkejut melihat metode yang dilakukan oleh para petani di Pulau Panggang ini. Mereka menggunakan metode tali panjang dengan pemanfaat limbah seperti botol plastik sebagai pelampungnya. Masyarakat memilih metode ini karena dinilai sangat praktis dan bisa memberikan hasil panen yang berkualitas. Kata warga setempat, biasa mereka panen rumput laut itu sekitar 45 hari sejak penanaman.

PELAJARAN YANG AKU DAPAT!

15 YBM PLN Rumput laut di kepulauan seribu oni hoironi.jpg

Aku baru tahu kalau sampah-sampah dilingkungan kita itu bisa sampai ke tengah laut seperti ini. Dimana sampah-sampah ini bisa menghambat kinerja para petani rumput laut. Bukan hanya para petani saja yang akan mengalami kerugian, ekosistem yang ada di laut juga akan terancam punah dan bisa mengancam keberadaan biota laut yang jumlahnya sangat banyak dan beragam. Sungguh sangat mengerikan ya gengs!

jadi, yuk buang sampah pada tempatnya. Seperti pepatah yang sering kita dengar ‘Bersih pangkal Sehat’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.